Beberapa Pertanyaan tentang terjun di industri UI/UX
Dwinawan Hariwijaya
Februari 21, 2021
Seorang UI/UX Designer haruskah memiliki latar belakang di dunia desain dan programming?
Enggak harus, banyak UI/UX Designer yang saya kenal memiliki background di luar desain dan programming. Ada yang dari jurusan pertanian, Ada yang dari jurusan perikanan.
Menurut saya modal awal untuk menjadi UI/UX Designer adalah
  • Suka membuat design
  • Suka mengamati suatu produk (Apps, Website) lalu dipelajari apa yang membuat produk tersebut bagus atau mencari tahu apa yang bisa ditingkatkan dari produk tersebut
• • •
Bagaimana menentukan warna yang dipakai di aplikasi? Apakah harus melihat filosofi dari warna tersebut apa bebas?
Kalau konteks nya ngerjain project klien, bisa ditanyakan mengenai branding dan color guideline nya. Jika sudah ada color guideline nya, tinggal menggunakan itu sebagai panduan untuk penggunaan warna nya.
Kalau konteks nya untuk eksplorasi bisa bebas atau mencoba ngikutin warna warna yang sering digunakan di industri. Contohnya:
  • Jika bikin eksplorasi tentang sosial media bisa pake warna kebiruan, referensi dari Facebook, Linkedin, Twitter.
  • Jika bikin eksplorasi tentang penginapan bisa pake warna merah muda, referensi dari Airbnb.
• • •
Kiat-kiat konsisten eksplorasi design gimana mas?
Paksakan untuk meluangkan waktu 2 jam setiap hari untuk duduk di depan komputer. 1 jam untuk melihat lihat website atau design yang bagus. 1 jam untuk utak atik design.
Apa tujuan nya? 1 jam pertama untuk mencari inspirasi. 1 jam kedua untuk memancing ide ide keluar.
• • •
Fundamental UI/UX desain itu seperti apa mas dan seberapa penting untuk dipelajari. Lebih baik belajar fundamentalnya dulu, atau sembari latihan membuat UI/UX?
Saya sendiri kurang paham fundamental UI/UX yang betul itu seperti apa. Yang saya tahu bagaimana membuat sebuah app atau website dengan cara yang efisien yang memenuhi kebutuhan user, batasan teknologi dan kebutuhan bisnis melalui beberapa proses:
  • Mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat
  • Brainstorming mengenai solusi atau produknya
  • Prototyping atau membuat sample produk
  • Melakukan testing atau pengujian untuk mencari tahu respon masyarakat
Mengenai belajar fundamental dulu atau latihan membuat UI/UX dulu, kalau menurut saya, pelajari satu persatu. Dimulai dari fokus belajar di 1 hal. Apa yang bikin kamu tertarik di dunia UI/UX ini?
Misalnya kamu suka UI Design, maka fokus pelajari mengenai UI Design. Suatu saat, jika kamu sudah bisa bikin design yang bagus, kamu akan berpikir "Selanjut apa ya?" , "Apa yang bisa saya lakuin untuk membuat design saya lebih bagus lagi?"
Jika sudah bertanya seperti itu maka sudah waktu nya untuk mempelajari hal lain nya, mungkin mengenai pembuatan copywriting yang bagus, mungkin tentang penggunaan Typography yang bagus, dll.
• • •
Bagaimana cara menentukan konten yang pas untuk setiap section pada landing page? Dengan konsep b2b
Pahami produkmu, apa keunggulan produkmu?, kenapa perusahaan harus menggunakan produkmu?. Jika kamu sudah mengenal produkmu maka komunikasikan informasi itu pada landing page mu.
Inti dari landing page adalah mengenalkan keunggulan produk dan membuat orang yang mengunjungi tertarik.
• • •
Bagaimana mengimplementasikan moodboard menjadi style?
Katakanlah dalam 1 moodboard kamu punya 10 screenshot. Dalam tiap screenshot nya, kamu perhatikan apa yang membuatmu tertarik, apa yang membuat bagus. Mungkin design tombolnya, mungkin design layoutnya, mungkin peletakan ornamen nya, mungkin perpaduan ukuran font nya.
Amati, Analisa, dan pilih mana yang sesuai.
• • •
Lebih utama mana, konsistensi design atau experience?
Lebih utama Experience. Tapi Experience ini sebenarnya bisa dicapai dengan banyak hal, salah satu nya Clarity.
Prinsip saya selalu Clarity over Consistency. Kejelasan lebih penting daripada Konsistensi. Membuat user paham dengan elemen elemen yang ada pada sebuah halaman lebih penting daripada konsistensi.
Jadi jika diperlukan untuk mengubah padding , margin atau layout, atau posisi tombol antara halaman 1 dan halaman 2 karena alasan kejelasan maka boleh saja dilakukan.
• • •
Baru nyoba bikin UI/UX untuk website, ada aturan baku untuk ukuran tiap section tampilan gitu gak sih mas? misal navbar di macbook harus 300px, di mobile navbarnya ukurannya 200px, grid di laptop harus 12, di mobile harus 10
Kalau untuk website, enggak ada aturan baku-nya. Kamu bisa bikin navigasi dengan tinggi 70px ataupun 100px. Kamu bisa bikin design website dengan grid 12 kolom atau bahkan 3 kolom.
Maka dari itu, saya selalu menyarankan untuk belajar membuat design website, bisa mengamati website website yang sudah live seperti stripe.com , airbnb.com , mixpanel.com. Disitu kita bisa belajar tentang ukuran ukuran dan bagaimana layout saat responsive.
• • •
Boleh minta tolong dijelasin arti kata kata berikut pada Design Principle: Affordances, Constraints, Mapping, Consistency, Feedback?
Karena ini terkait dengan design principle, maka penjelasan saya tentang arti kata kata diatas bisa berbeda dengan mereka yang telah menggunakan kata kata di atas sebagai prinsip design dari produk mereka. Saya jelaskan sesuai dengan pemahaman saya.
  • Affordances adalah bagaimana seorang designer membuat sebuah elemen yang bisa dikenali oleh user, dan begitu user melihat elemen itu ia bisa memahami bagaimana cara menggunakan elemen nya, apakah di klik, di swipe, di drag, dll
  • Constraints adalah bagaimana seorang designer mengetahui batasan apa saja saat membuat design. Seorang designer harus berpikir jika ia membuat sebuah elemen, apakah elemen ini mungkin untuk dibuat, jika memungkinkan apakah memerlukan waktu yang lama atau tidak, jika memerlukan waktu yang lama dan terdapat batasan waktu maka seorang designer harus mengambil keputusan untuk mengganti elemen tersebut dengan elemen yang lain.
  • Mapping ini arti nya bisa bermacam-macam tergantung konteks nya. Jika konteks nya untuk pembuatan struktur website, maka mapping adalah memetakan bagaimana user akan menggunakan website ini, bagaimana alur nya dan halaman apa saja yang perlu dibuat.
  • Consistency artinya konsisten. Contoh simple nya adalah tombol pada website online shop. Jika tombol untuk memasukkan barang ke keranjang berwarna merah, maka tombol pada halaman berikut nya seperti halaman pengisian alamat pengiriman, halaman pembayaran, juga sebaiknya berwarna merah, agar user mudah mengenali tombol untuk melanjutkan proses.
  • Feedback artinya respon. Contohnya jika kamu sedang melakukan subscription email, tapi email yang kamu ketik salah format, maka sistem akan memberikan feedback atau respon berupa peringatan dengan kata kata berwarna merah dan memberi tahu bahwa email yang kamu ketik salah format.
• • •
Seberapa suka kamu dengan artikel ini?
Tulisan Lainnya