Sebaiknya Belajar UI Design mulai dari mana?
Dwinawan Hariwijaya
Februari 23, 2021
Akan terdengar klise atau jawaban template, tapi belajar UI Design memang sebaiknya dimulai dari membuat UI Design
Mungkin pertanyaan "Belajar UI Design mulai dari mana?" muncul karena banyak sekali skillset atau beberapa hal terkait industri UI/UX yang beredar di internet 1-2 tahun terakhir ini, seperti:
  • Fundamental UI/UX
  • User Research
  • User Journey
  • Usability Testing
  • Dan masih banyak lain nya
Hal hal diatas memang ada, tapi jangan sampai menjadi gangguan untuk mulai belajar UI Design.
• • •
Kamu beneran suka UI Design?
Jika kamu ingin menjadi UI Designer, asumsi nya kamu suka membuat UI Design dan kamu juga suka mengamati design design UI yang ada di internet.
Tapi jika kamu tidak suka membuat UI Design, maka tanyakan lagi apa motivasi mu ingin belajar UI Design?
• • •
Mulailah dari membuat UI Design
Untuk mulai belajar UI Design, kamu tidak perlu mempelajari prinsip prinsip dalam pembuatan UI Design ataupun hukum-hukum mengenai produk digital yang bagus, kamu juga tidak perlu belajar fundamental UI/UX.
Kamu cukup memulai nya dari membuat 1 buah UI Design. Simak tutorial pembuatan UI Design dengan Figma , jika kamu beneran pengen belajar membuat UI Design
Kunci belajar UI Design menurut saya adalah fokus pada 1 hal, kuasai 1 hal tersebut, setelah itu baru mengembangkan ke hal lain.
• • •
Duplikasi, duplikasi, duplikasi
Salah satu cara efektif untuk belajar UI Design adalah dengan membuat duplikasi sebuah design UI. Misalnya kamu suka dengan tampilan suatu website, maka screenshot website itu, taruh di figma dan coba untuk membuat duplikasi nya.
Semakin sering kamu melakukan duplikasi, semakin kamu paham mengenai ukuran ukuran elemen yang ada pada design UI.
Semakin sering kamu melakukan duplikasi, semakin kamu tahu bagaimana bentuk tombol yang bagus dan proporsional.
Semakin sering kamu melakukan duplikasi, semakin kamu paham mengenai pengaturan jarak atau kerenggangan teks dalam sebuah paragraf.
Semakin sering kamu melakukan duplikasi, semakin kamu paham bagaimana memadukan huruf besar dan kecil agar tercipta visual hierarchy.
• • •
Duplikasi hingga kamu ingin membuat UI Design mu sendiri
Setelah melakukan 10 hingga 15 kali duplikasi, kamu pasti penasaran dan pengen mencoba untuk membuat design UI versi mu sendiri. Selamat jika rasa itu sudah muncul. Kamu sudah naik level.
• • •
Eksplorasi Design terus menerus
Menurut saya, eksplorasi design menjadi bagian terpenting dalam perkembangan kemampuan saya membuat UI Design. Dari tahun 2014, hingga hari ini saya tidak pernah berhenti membuat eksplorasi design.
Untuk membuat eksplorasi design sebenarnya cukup mudah.
  • Kamu tinggal memikirkan ingin membuat design aplikasi atau design website
  • Setelah itu tentukan sebuah tema. Olahraga, Berita, Memasak, Game, Fashion, dll
  • Setelah itu tinggal berimajinasi. Misal kamu ingin membuat design website dengan tema game. Maka buatlah sebuah design website yang membahas tentang game game terbaru, atau sebuah design website tempat menampilkan streaming pertandingan game online.
• • •
Referensi itu penting
Sering seringlah melihat design yang bagus, agar kamu tahu standar design yang bagus itu seperti apa.
• • •
Mintalah Feedback yang spesifik
Jangan hanya bilang "mohon feedbacknya" , tapi cobalah lebih spesifik. Misal kamu kurang percaya diri dengan layout nya, maka kamu bisa meminta feedback khusus bagian layout saja.
• • •
Kapan waktu yang tepat untuk belajar hal lain nya?
Ketika kamu pengen atau ketika kamu butuh. Contoh ketika kamu butuh adalah ketika kamu sedang mengerjakan suatu proyek lalu di proyek tersebut kamu harus membuat sebuah alur fitur pembelian misalnya, maka kamu harus belajar tentang pembuatan user flow.
• • •
Proses dan urutan belajar setiap orang berbeda beda
Jangan mengkhawatirkan proses belajarmu sudah tepat atau belum. Selama kamu sudah bisa membuat UI Design, maka kamu telah memiliki dasar yang kuat sebagai UI Designer.
Kamu tinggal memutuskan ingin berkembang ke arah mana. Apakah kamu ingin fokus menajamkan kemampuan visual design mu, atau fokus menajamkan kemampuan mu membuat produk. Proses belajar mu tergantung pilihan mu ingin fokus pada hal apa.
• • •
Seberapa suka kamu dengan artikel ini?
Tulisan Lainnya